Senin, 25 Maret 2013

Tulisan (2) Softskill Bahasa Indonesia 2 "Puisi"


Nama: Ivania Fidhanty
Npm: 13210687/ 3EA16
Tulisan (2) softskill Bahasa Indonesia 2 (PUISI)

"Terpisah"


Jika cinta adalah burung
Maka kita tidak akan memiliki sayap
Jika cinta adalah langit
Kita akan berwarna biru
Jika cinta adalah paduan suara
Kau dan aku tidak pernah bisa menyanyi
Karena cinta bukan untuk aku dan kamu

Jika cinta adalah Oscar
Kau dan aku tidak pernah bisa menang
Karena kita tidak bisa beracting diperan kita
Jika cinta adalah kitab suci 
Kita akan tersesat dalam dosa 
Karena cinta tidak ada di hati kita 

Jika cinta adalah api 
Kita telah kehilangan percikan 
Cinta tidak pernah merasa begitu dingin 
Jika cinta adalah cahaya 
Kita akan tersesat dalam gelap 
Karena kita tidak saling berpegangan

Jika cinta adalah olahraga 
Kita tidak berada di tim yang sama 
Kau dan aku ditakdirkan untuk kalah 
Jika cinta adalah samudra 
Kita hanya sungai 
Karena cinta bukan untuk aku dan kamu

Tulisan (1) softskill Bahasa Indonesia 2 "Puisi"


Nama: Ivania Fidhanty
Npm: 13210687/ 3EA16
Tulisan softskill Bahasa Indonesia 2 (PUISI)



“MATA”
Mataku sangat lelah
Mereka harus tidur
Tapi mereka tidak akan
Mereka tidak
Mereka tidak akan membiarkan saya melewatkan ini

Mataku dalam cinta
Mereka menginginkan lebih dari dirinya
Mereka perlu waktu kurang dari ini
Mereka semuanya
Mereka luar biasa

Mataku kesepian dan dingin
Mereka masih muda
Dan mereka sudah tua
Mereka mencari jalan keluar
Dan sejenak untuk membiarkan kau didalam
Mereka ingin tidak ada hubungannya denganku
Dan hanya ingin melakukan denganmu
Mereka lapar
Aku memperingatkanmu
Dan aku takut

Mereka tidak akan membiarkan aku berkembang
Mereka akan membutuhkan semua yang kau miliki
Membuat semuanya begitu nyata
Dengan belajar merasakan
Apa yang tidak benar-benar terjadi
Apa yang terjadi jauh lebih
Lalu aku pernah berharap untuk
Pernah berharap untuk

Dan aku lebih suka membayangkan
Kemudian tidak hidup sama sekali

Selasa, 23 Oktober 2012

Demografi

NAMA                       : Ivania Fidhanty
KElas                          : 3EA16
NPM                           :13210687



1. Pengertian Demografi
Demografi adalah uraian tentang penduduk, terutama tentang kelahiran, kematian, perkawinan dan migrasi. Demografi meliputi studi ilmiah tentang jumlah, persebarab geografis, komposisi penduduk serta bagaimana factor-faktor ini berubah dari waktu ke waktu

2. Faktor-Faktor Demografi
a.   Demografi Dalam Struktur Kependudukan
Demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kematian, kelahiran, migrasi serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang di dasarkan criteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama atau etnis tertentu.
b.   Demografi Dalam Kelas Sosial
Kelas social di definisikan sebagai pembagian anggota masyarakat kedalam suatu hierarki setatus kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas relative mempunyai status yang sama dan para anggota lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau rendah.
c.   Demografi Dalam Ekonomi
Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang, energy dan merefleksikan nilai-nilai, rasa dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang di tentukan dengan karakteristik individu yang terbangun sejak lahir dan seiring berlangsungnya interaksi social selama mereka menjalani siklus kehidupan.
d.   Demografi Dalam Status Sosial
-          Ascribed Status
Tipe status yang di dapatkan sejak lahir.
-          Achieved Status
Status social yang di dapatkan seseorang karana usaha dan kerja kerasnya yang di lakukan.
-          Assigned Status
Status social yang di dapatkan dari lingkungan masyarakat yang bukan di dapatkan dari lahir tetapi di berikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat.

3. Bagaimana Faktor Demografi Dapat Mempengaruhi Keputusan Pemasaran
a.   Lingkungan Ekonomi
Karna suatu bangsa mempunyai tingkat dan distribusi pendapatan yang berbeda-beda maka factor ini mempengaruhi daya beli dan pola pengeluaran konsumen.
b.   Lingkungan Tekhnologi
Dengan adanya tekhnologi maka akan menciptakan peluang dan pasar baru karena tekhnologi bermanfaat untuk kebutuhan manusia.
c.   Lingkungan Politik
Lingkungan politik sangat memepengaruhi keputusan pemasaran karena lembaga politik dapat membatasi suatu organisasi atau individu dalam masyarakat.
d.   Lingkungan Alam
Lingkungan alam sangat menetukan tersedianya bahan baku untuk produksi atau tidak, hal ini sering menjadi pertimbangan bagi pemasar untuk mempertimbangkan produknya.
e.   Lingkungan Budaya
Karakteristik budaya yang mempengaruhi pengambilan keputusan pemasaran adalah keteguhan pada nilai-nilai budaya dan perubahan dalam budaya sekunder.

 

Minggu, 07 Oktober 2012

ASPEK-ASPEK DALAM ILMU PERILAKU EKONOMI




·        Pengertian Perilaku Konsumen
Di dalam aspek-aspek ilmu perilaku ekonomi terdapat perilaku konsumen. Perilaku konsumen itu sendiri merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.
Dengan kata lain, perilaku ekonomi adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumberdayanya yang terbatas seperti uang, waktu atau tenagauntuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.

·        Teori Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya. Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa factor seperti pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah.

·        Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkah Laku Konsumen
Di dalam perilaku konsumen terdapat 4 faktor yang mempengaruhinya:
1.     Faktor Kebudayaan, yaitu penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar untuk mendapatkan nilai, persepsi, preferensi dan perilaku dari lembaga-lembaga penting lainnya.
2.    Faktor Sosial, yaitu pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang serupa.
3.    Faktor Pribadi, yaitu karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan.
4.    Faktor psycologis, yaitu bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh dimasa lampau atau antisipasinya pada waktu yang akan datang.

·        Pendekatan Untuk Pendekatan Perilaku Konsumen

1.      Pendekatan Kardinal, yaitu kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur, Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan. Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil.
2.      Pendekatan Ordinal, yaitu mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal. Kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan.
Nama: Ivania Fidhanty
Npm: 13210687
Kelas: 3ea16

Rabu, 18 April 2012

TUGAS SOFTSKILL (PENDIDIKAN kEWARGANEGARAAN)


Demokrasi: Antara Teori dan Pelaksanaannya di Indonesia

A.Pengantar: Arti, Makna, dan Manfaat Demokrasi
Demokrasi berasal dari kata Yunani, Demos (rakyat) dan Kratos (pemerintahan). Jadi, demokrasi adalah pemerintahan rakyat dimana pemerintahan yang rakyatnya memegang peran yang sangat menentukan.
Makna demokrasi itu sendiri adalah suatu konsep kehidupan negara atau masyarakat, dimana warga negara turut berpartisipasi dalam pemerintah melalui wakilnya yang di pilih melalui pemilu.
Manfaat demokrasi, diantaranya sebagai berikut:
1.    Kesetaraan sebagai warga negara
Demokrasi berujuan memperlakukan semua orang sama derajatnya.
2.   Memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum
Pemerintahan demokratis lebih mungkin untuk memenuhi kebutuhan rakyat biasa.
3.   Pluralisme dan kompromi
Demokrasi mengandalkan debat terbuka, persuasi dan kompromi.
4.   Menjamin hak-hak dasar
Demokrasi menjamin kebebasan-kebebasan dasar.
5.   Pembaruan Kehidupan sosial
Demokrasi memungkinkan terjadinya pembaruan kehidupan sosial.

B. Nilai-Nilai Demokrasi
Untuk menumbuhkan keyakinan akan baiknya sistem demokrasi, maka harus ada pola perilaku yang menjadi tuntutan norma/ nilai-nilaidemokrasi yang di yakini masyarakat.

Nilai-nilai demokrasi membutuhkan hal-hal berikut:
1.    Kesadaran akan pluralisme
2.   Sikap yang jujur dan perilaku yang sehat
3.   Demokrasi membutuhkan kerjasama antar warga masyarakatdan sikap serta itikad baik
4.   Demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan
5.   Demokrasi membutuhkan pertimbangan moral

C. Prinsip dan Parameter Demokrasi
Menurut Robert A. dahl terdapat tujuh prinsip demokrasi yang harus ada dalam sistem pemerintahan, yaitu:
1.    Adanya kontrol atau kendali atas keputusa pemerintah
2.   Adanya pemilihan yang teliti dan jujur
3.   Adanya hak memilih dan di pilih
4.   Adanya kebebasan mengemukakan pendapat tanpa ancaman
5.   Adanya kebebasan mengakses informasi
6.   Adanya kebebasan berserikat yang terbuka

Untuk mengukur seberapa jauh kadar demokrasi sebuah negara seperti di Indonesia, maka di perlukan suatu ukuran atau parameter. Parameter untuk mengukur demokrasi dapat di lihat dari 4 hal sebagai berikut:
1.    Pembentukanpemerintahan melalui pemilu
2.   Sistem penanggungjawaban pemerintahan
3.   Pengaturan sistem dan distribusi kekuasaan negara
4.   Pengawasan oleh rakyat

D.Jenis-Jenis Demokrasi
Demokrasi ada beberapa jenis yang di sebabkan perkembangan dalam pelaksanaannya di berbagai kondisi dan tempat.

1.    Demokrasi berdasarkan cara menyampaikan pendapat
a.   Demokrasi langsung
b.   Demokrasi tidak langsung
c.   Demokrasi perwakilan

2.   Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau prioritas
a.   Demokrasi formal
b.   Demokrasi material
c.   Demokrasi campuran

3.   Berdasarkan prinsip ideology
a.   Demokrasi liberal
b.   Demokrasi rakyat atau demokrasi proletar

4.   Berdasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan Negara
a.   Demokrasi system parlementer
b.   Demokrasi system presidensial


E.   Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia
Pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada era reformasi:
1.    Demokrasi Parlementer (Liberal)
Demokrasi parlementer di pemerintahan kita telah di praktikan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949) kemudian di lanjutkan pada masa berlakunya Republik Indonesia Serikat (1949) dan UUDS (1950). Pelaksanaan demokrasi parlementer tersebut secara yuridis resmi berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945.

2.   Demokrasi Terpimpin
Demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang di hadapi masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Presiden soekarno pada tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antar lain:
1.    Demokrasi terpimpin bukanlah dictator
2.   Demokrasi terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia
3.   Inti dari pimpinan dala demokrasi terpimpin adalah permusyawarahan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
4.   Oposisi dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun di haruskan dalam demokrasi terpimpin

3.   Demokrasi Pancasila pada Masa Orde Baru
Penguasa orde baru melakukan penyimpangan-pemyimpangan yang berkaitan dengan demokrasi pancasila, yaitu:
1.    Penyelenggaraan pemilu yang tidak jujur dan tidak adil
2.   Pengekangan kebebasan berpolitik bagi PNS
3.   Kekuasaan yudikatif yang tidak mandiri
4.   Kurangnya jaminan mengemukakakn pendapat
5.   System kepartaian yang tidak otonom
6.   Maraknya praktik KKN
7.   Mentri-mentri dan gubernur diangkat menjadi MPR

4.   Demokrasi Langsung pada Era Orde Reformasi
Berdasarkan peraturan perundang-undangan, terdapat beberapa perubahan pelaksanaandemokrasi pada orde Reformasi sekarang ini, yaitu:
1.    Pemilihan umum lebih demokratis
2.   Parati politik lebih mandiri
3.   Pengaturan hak asasi manusia
4.   Lembaga demokrasi lebih berfungsi
5.   Konsep Trias Politika masing-masing bersifat otonom penuh

F. Mengembangkan Sikap Demokrasi
Bangsa Indonesia saat ini pada era Reformasi, sedang belajar menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Untuk mengembangkan sikap demokrasi , maka proses pembelajaran dan pendidikan akan lebih efektif bila dimulai dari dalam keluarga dan dalam dunia pendidikan formal.