Sabtu, 04 Mei 2013
LAPORAN FORMAL DAN SEMIFORMAL
PENGERTIAN, PERBEDAAN DAN CONTOH LAPORAN FORMAL DAN SEMIFORMAL
Laporan formal adalah laporan yang memenuhi semua persyaratan, nadanya bersifat impersonal, dan materinya disajikan dalam suatu pola struktur seperti yang terdapat dalam buku-buku. Bila ada satu atau beberapa syarat tidak terpenuhi, laporan itu disebut semi-formal sedangkan laporan yang tidak memenuhi persyaratan disebut laporan non-formal.
Laporan formal, semi-formal, dan non-formal merupakan laporan yang bersifat resmi (formil). Bila laporan tersebut bersifat pribadi dan bentuknya sesuai dengan keinginan penulis maka laporan itu bersifat tidak resmi (informil).
Dibawah ini persyaratan yang menentukan sifat laporan:
Halaman judul
Terdapat surat penyerahan
Memiliki daftar isi
Terdapat ikhtisar yang mengawali laporan
Memiliki pendahuluan
Kesimpulan dan saran
Isi laporan yang terdiri dari judul-judul dengan tingkat yang berbeda-beda
Menggunakan nada resmi, bersifat impersonal
Disertai pula table dan angka-angka (bila diperlukan)
Biasanya didokumentasikan secara khusus
Dari pernyataan di atas contoh laporan formal apabila ada suatu lapuran yang teknik penulisannya memenuhi persyaratan penulisan laporan laporan, sedangkan contoh laporan semiformal adalah apabila ada suatu laporan yang hanya terdiri dari beberapa saja dari persyaratan penulisan laporan.
Struktur Laporan Formal
Halaman judul. (Jangan menggunakan judul yang terlalu panjang.)
Surat penyerahan.(Surat penyerahan atau letter of transmittal berfungsi sebagai kata pengantar pada sebuah buku.)
Daftar isi. (Bagian ini memuat rekapitulasi dari semua judul yang ada dalam laporan. Pokok-pokok yang paling penting ditempatkan semakin ke kiri).
Ikhtisar dan abstrak.(Ikhtisar merupakan bagian dari tulisan yang menyampaikan informasi penting dari sebuah laporan dalam bentuk yang sangat singkat).Abstrak adalah bagian uraian yang sangat singkat, jarang lebih panjang dari enam atau delapan baris untuk menerangkan aspek-aspek yang tercakup dalam sebuah uraian.
Pendahuluan
Isi laporan( Isi laporan menyangkut inti persoalan).
Kesimpulan dan saran
Bagian pelengkap. Bagian yang perlu dimasukkan untuk melengkapi laoran adalah apendiks (lampiran-lampiran, termasuk surat perintah atau surat tugas bagi orang yang membuat laporan, foto, peta, dll) danbibliografi bila laporan itu dikaitkan dengan analisa ilmiah yang menggunakan bahan-bahan pustaka.
Contoh laporan formal
LAPORAN RAPAT KERJA TIM PENILAI
BUKU TEKS PELAJARAN SD, SMP, DAN SMA/SMK
YANG DISELENGGARAKAN OLEH BSNP
A. Pendahuluan
Alhamdulillah SMP Islam Al Azhar 1 mendapat kepercayaan dari Badan Standar Nasional Pendidikan untuk mengirimkan 3 guru dalam menentukan Buku Teks Pelajaran yang layak digunakan oleh sekolah mulai dari SD sampai SMA/SMK. Setelah kami mengirimkan curriculum vitay, alhamdulillah kami memenuhi kriteria sebagai tim penilai buku teks pelajaran.
Adapun yang ditetapkan sebagai penilai buku teks pelajaran adalah Rujiman, S.Pd. (guru Bahasa Indonesia), Farikhah Afidah, S.Pd. (guru IPA), dan Sunarmi, S.Pd. (guru IPS). Kami bertiga mendapat kepercayaan untuk mengikuti Rapat Kerja Tim Penilai Buku Teks Pelajaran SD, SMP, dan SMA/SMK yang dilaksanakan di Hotel Safari Garden Bogor yang dilaksanakan pada tanggal 4 s.d. 9 Juni 2008.
B. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini diberi nama Rapat Kerja Tim Penilai Buku Teks Pelajaran SD, SMP, dan SMA/SMK.
C. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan kegiatan ini adalah :
1. Menilai buku teks pelajaran yang diajukan oleh penerbit untuk ditentukan kelayakannya.
2. Menentukan jenis buku teks pelajaran yang memenuhi standar mutu pendidikan
D. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 4-9 Juni 2008 di Hotel Safari Garden Bogor. Akan tetapi, karena berkat kerja keras dan profesionalisme kinerja para guru, kegiatan itu berhasil diselesaikan dalam waktu 4 hari.
E. PESERTA KEGIATAN
Peserta kegiatan terdiri atas: 200 orang guru terdiri atas guru Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika, PKn, Bahasa Inggris dari jenjang SD sampai SMA/SMK. Adapun guru – guru yang diundang berasal dari sekolah-sekolah yang ada di propinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
F. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan Rapat Kerja Tim Penilai Buku Teks Pelajaran dibuka jam 13.00 WIB dan dihadiri oleh 250 orang guru yang terdiri atas guru Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika, dan PKn. Selain itu hadir para dosen dan profesor yang ahli di bidangnya masing-masing sebagai supervisor. Acara dibuka oleh Kepala BSNP menilai buku teks. Setiap bidang studi perjenjang diarahkan oleh 2 supervisor. Setelah acara dibuka dilanjutkan pembekalan atau penyajian materi tentang teknik menilai buku teks dilanjutkan dengan pelatihan.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga penilai yang mampu memahami kriteria teknis yang terdapat dalam instrumen penilaian dan agar penilai memiliki kemampuan menilai berdasarkan instrumen penilaian yang disusun oleh BSNP. Melalui pelatihan ini diharapkan penilai dapat memiliki pemahaman yang sama terhadap butir-butir instrumen penilaian buku teks pelajaran.
Kegiatan penilaian buku teks pelajaran dilakukan secara bertahap dengan jadwal yang sangat ketat. Tahap I jam 08.00 – 12.00 WIB, tahap II jam 14.00 – 17.00, dan tahap III jam 19.00 – 24.00 WIB. Setiap guru dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing. Setiap mata pelajaran rata-rata ada 400 buku dan 40 penilai yang terdiri atas dosen, ahli materi, guru, dan ahli grafika.
Apabila dalam penilaian terdapat perbedaan nilai lebih dari 2 maka dilakukan moderasi, yaitu kedua penilai guru dipertemukan untuk mempertanggungjawabkan hasil penilaiannya dan menentukan kesepakatan untuk nilai buku tersebut. Adapun butir-butir penilaiannya pun sangat kompleks sehingga kami dituntut ketelitian, kejelian, penalaran, dan berbagai kriteria yang menuntut kerja keras.
G. HASIL KEGIATAN
Adapun hasil kegiatan Rapat Kerja Penilai Buku Teks adalah sebagai berikut:
1. Kami bertiga berhasil menyelesaikan penilaian buku sebanyak 44 buku dengan rincian: Bahasa Indonesia SD kelas I-VI sebanyak 12 buku, IPA SD kelas I – VI sebanyak 14 buku, dan IPS SD kelas I – VI sebanyak 18 buku.
2. Memperoleh pengalaman yang berharga menjadi penilai buku sehingga dapat memperkaya pengetahuan untuk menjadi penulis buku.
3. Melakukan sharing penilaian buku berbagai jenjang pendidikan sehingga dapat menentukan sistematika penyajian materi pembelajaran mulai SD sampai SMA.
4. Dapat menularkan pengetahuan dan pengalaman kepada guru-guru dalam kegiatan MGMP sehingga dapat membantu menentukan kelayakan buku yang akan digunakan secara seragam di SMP Islam Al Azhar.
5. Mempromosikan Al Azhar sebagai lembaga pendidikan yang dapat dibanggakan.
H. ANGGARAN BIAYA
Adapun anggaran biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut adalah biaya transportasi perjalanan sebesar Rp 500.000,00 dengan rincian biaya penggantian bensin, tol, dan tip sopir antar jemput. Hal ini dilakukan karena tidak ada kendaraan YPI yang bisa digunakan untuk mengantar dan menjemput kami.
I. PENUTUP
Demikian laporan pertanggungjawaban kegiatan ini kami sampaikan. Panitia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pimpinan SMP Islam Al Azhar 1 dan YPI Al Azhar yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik.
Jakarta, 21 Juni 2008
Delegasi III,
Delegasi II,
Delegasi I,
Laporan semi-formal
adalah laporan yang bila terdapat satu atau dua persyaratannya yang tidak dipenuhi.
CONTOH LAPORAN SEMI FORMAL
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah melimpahkan rahmatnya sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik dan semampunya.
Adapun judul laporan ini adalah “Laporan Penelitian Tentang Dampak Kenaikan Harga BBM bagi Masyarakat di Kalimantan Tengah”. Laporan ini disusun berdasarkan data dan informasi yang bersumber dari beberapa referensi.
Dalam penulisan serta penyusunan laporan ini, penulis juga menyadari bahwa masih banyak terdapat kesalahan-kesalahannya baik dari segi penyusunan, pengetikan kata-kata, serta kekeliruan dalam melampirkan kalimat-kalimat logis maupun tidak logis untuk dibaca semua pihak. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat positif maupun membangun agar karya tulis ini dapat serta layak untuk dibaca oleh semua pihak.
Semoga bantuan dan amal baik dari semua pihak mendapat ridho dan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya, semoga tulisan sederhana ini dapat memberikan manfaat serta menjadi wacana baru bagi pembaca pada umumnya dan pihak yang membutuhkan. Amin.
Surabaya, 5 Maret 2012
Penulis
DAFTAR ISI
1. Kata Pengantar............................................................................................. 1
2. Daftar Isi...................................................................................................... 2
3. Dampak Kenaikan Harga BBM bagi Masyarakat di Kalimantan Tengah... 3
4. Kesimpulan dan Saran................................................................................. 5
Dampak Kenaikan Harga BBM bagi Masyarakat di Kalimantan Tengah
Gejolak harga minyak dunia sebenarnya sudah mulai terlihat sejak tahun 2000. Tiga tahun berikutnya harga terus naik seiring dengan menurunnya kapasitas cadangan. Ada sejumlah faktor penyebab terjadinya gejolak ini, salah satunya adalah persepsi terhadap rendahnya kapasitas cadangan harga minyak yang ada saat ini, yang kedua adalah naiknya permintaan (demand) dan di sisi lain terdapat kekhawatiran atas ketidakmampuan negara-negara produsen untuk meningkatkan produksi, sedangkan masalah tingkat utilisasi kilang di beberapa negara dan menurunnya persediaan bensin di Amerika Serikat juga turut berpengaruh terhadap posisi harga minyak yang terus meninggi.
Berimbas pada harga barang, Pengamat sosial dan ekonomi Kalteng Prof Danes Jayanegara mengatakan, bahwa kenaikan harga BBM yang direncanakan oleh pemerintah pusat dipastikan berimbas pada kenaikan harga-harga barang dan jasa. Pasalnya, sebagian besar barang dan jasa yang ada juga dipengaruhi oleh transportasi dan angkutannya. "Apalagi jika Organda terpaksa menaikan tarif angkutan, otomatis berpengaruh terhadap nilai barang, terutama yang dibawa ke daerah-daerah," terangnya, kemarin siang. Namun demikian, lanjutnya, diprediksi kenaikan harga BBM tersebut tidak akan memicu kepanikan masyarakat. Alasannya, rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM tersebut sudah cukup lama, dan sosialisasinya sudah dilakukan secara bertahap. "Kalau munculnya kepanikan dan keresahan masyarakat saya rasa tidak, karena sudah dilakukan sosialisasi secara bertahap. Keresahan yang terjadi di masyarakat pun tidak berlangsung lama, hanya pada saat baru dilaksanakannya kebijakan tersebut saja, setelahnya akan menyesuaikan," ungkapnya. Dijelaskannya, kondisi pemerintah menaikan harga BBM tersebut juga merupakan opsi terakhir, karena dipengaruhi kondisi Timur Tengah yang memanas. Sebab, harga minyak terus melambung tinggi hingga sempat mencapai 117 dollar AS per barel. Sehingga hal tersebut membuat pemerintah tidak memiliki pilihan kecuali menaikan harga BBM.
Dampak langsung dari kenaikan BBM ini adalah meningkatkan jumlah pengangguran. Bertambahnya daftar anak putus sekolah akibat melonjaknya biaya. Terparah, semakin membludak jumlah anak miskin yang mengalami gizi buruk. Fenomena ini dipastikan menyuburnya tindak kriminal karena tekanan biaya kehidupan.
Ambil contoh tingginya anak putus sekolah akibat melonjaknya biaya hidup. Jumlah anak SD hingga SMA yang putus sekolah pada 2010 mencapai 1,08 juta. Angka itu melonjak lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya 750.000 siswa. Masih ada 3,03 juta siswa yang tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Hal ini terjadi karena pemerintah belum mampu memberanguskan angka kemiskinan.
Tanpa pendidikan memadai, sudah pasti peluang anak bangsa meraih pekerjaan yang layak nyaris tertutup. Bahkan bisa jadi generasi penerus yang mengenyam pendidikan strata satu (S1) hanya menunggu panggilan kerja setelah menyebar puluhan lamaran. Meski pendidikan tinggi, perusahan pasti berfikir ulang menambah karyawan karena biaya produksi tinggi akibat kenaikkan BBM. Lebih realistis, perusahaan akan memilih pengurangan karyawan.
Terpenting bagi pemerintah adalah memikirkan dampak kenaikkan harga BBM tersebut. Jangan hanya memaparkan penghematan anggaran karena penghapusan subsidi. Pasalnya, anak bangsa yang terkena dampak kenaikkan harga BBM pasti semakin merasa sulit dalam memenuhi kebutuhan.
Sudah sepatutnya kenaikkan harga BBM diiringi kebijakan pemerintah yang langsung dirasakan manfaatnya bagi rakyat. Misalnya pemerintah memperbaharui upah minimum regional (UMR) bagi buruh di seluruh Indonesia. Tidak hanya pegawai negeri sipil (PNS) saja yang ditingkatkan gajinya. Sehingga apapun penghapusan subsidi BBM tidak akan berdampak secara global dalam kehidupan masyarakat, terutama kaum miskin.
KESIMPULAN
Berdasarkan laporan yang telah dipaparkan, penulis menarik kesimpulan secara garis besar terkait kenaikan BBM saat ini, bahwa:
1. Kenaikan harga BBM perlu diimbangi dengan kebijakan pemerintah yang langsung dirasakan manfaatnya bagi rakyat. Misalnya pemerintah memperbaharui upah minimum regional (UMR) bagi buruh di seluruh Indonesia.
2. Pemerintah menaikkan harga BBM akibat harga minyak yang terus melambung terus.
3. Kita harus menghemat penggunaan minyak bumi yang kita tahu bahwa sumberdaya alamnya terbatas, sehingga kita bisa memberikan masa depan yang lebih baik kepada bumi untuk anak-cucu kita nanti.
SARAN
Hasil laporan ini memaparkan tentang kenaikan harga BBM pada saat ini khususnya di Kalimantan Tengah, yang tentunya laporan ini masih banyak ditemukan kekurangan sehingga sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis berharap ada penulis-penulis selanjutnya yang akan menyempurnakan makalah ini pada masa
sumber :
http://www.slideshare.net/iyankess/jenis-laporan
http//www.wikipedia.org.com
Kamis, 28 Maret 2013
WORLD FINANCIAL FLOW
Nama: Ivania Fidhanty
NPM: 13210687/ 3ea16
Komputerisasi Lembaga Keuangan Perbankan
·
Pengertian World Financial Flow
Sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat.
perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat
atau dari lembaga lainnya. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya
biaya yang ditanggung. Oleh karena itu pemilihan sumber dana harus dilakukan
secara tepat.
Di dalam msyarakat terdapat orang memiliki dana lebih (A) dan orang yang
yang membutuhkan dana (B). Tanpa adanya (A) atau (B) Bank tidak akan bisa
hidup. Bunga untuk masyarakat yang menabung ditulis (i1) dan bunga bagi masyarakat
yang meminjam ditulis (i2).
Jika ingin meminjam uang dengan A, antara si A dan si B harus memenuhi 2
syarat yaitu si B harus kenal terlebih dahulu dengan si A agar dapat dipercaya.
Dan si A mempunyai uang untuk dipinjamkan untuk si B. Ini disebut dengan Double
Coincidence. Dan di dalam double coincidence itu terjadi Financial Intermedit
atau Perantara Keuangan.
Antara masyarakat yang menyimpan uangnya (A) di Bank berupa :
1. saving deposit = tabungan.
2. demand deposit = giro.
3. time deposit = deposit
Sedangkan dana yang dipinjamkan (B) untuk masyarakat berupa kredit atau
loan. Di dalam (B), untuk mengurangi resiko, Bank lebih memilih 10 orang
menabung masing-masing 1juta dari pada 1 orang menabung 10 juta. Inilah yang
disebut dengan law of the large member atau hukum bilangan besar, dan hukum ini
sangat bergatung pada masyarakat.
Adapun cara lain untuk mempertemukan A dan B selain melalui Bank adalah dengan Capital Market (i3).
Adapun cara lain untuk mempertemukan A dan B selain melalui Bank adalah dengan Capital Market (i3).
Capital market dibagi menjadi 2 yaitu :
1.
Saham (surat kepemilikan)
Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial
yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan
saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka
panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) –
dengan imbalan uang tunai. Imbalan tersebut berupa deviden atau capital gain.
2. Dividen
2. Dividen
Deviden adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham
yang dimiliki. Sedangkan capital gain adalah suatu keuntungan atau laba yang
diperoleh dari investasi dalam surat berharga atau efek, dimana nilainya
melebihi dari harga pembelian.
3. Obligasi (surat hutang)
3. Obligasi (surat hutang)
Obligasi merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada
pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta
kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Imbalan dari
obligasi adalah diskonto.
Jika B mengalami kerugian atau kematian maka Bank tidak akan menanggung
kerugian itu sendiri. Bank bekerja sama dengan asuransi. Sebut saja asuransi
XYZ dengan premi 30% & up 30 jika asuransi XYZ tidak kuat menanggung
kerugian Bank, maka terjadilah reasuransi kepada asuransi KLM dengan premi 30% &
up 30, dan jika asuransi KLM tidak sanggup juga untuk menanggung kerugian BANK
maka terjadilah retrocessi kepada asuransi ABC dengan premi 40% & up 40.
Demi mendapatkan saham BANK, asuransi ABC membeli saham-saham dari BANK untuk membuka usaha leasing sebut saja DEF leasing, biasanya leasing yang dibuka asuransi itu berupa kendaraan dan barang elektronik. Jadi selain asuransi ABC memiliki saham BANK, asuransi ABC pun memiliki usaha yang diberi nama DEF leasing.
Demi mendapatkan saham BANK, asuransi ABC membeli saham-saham dari BANK untuk membuka usaha leasing sebut saja DEF leasing, biasanya leasing yang dibuka asuransi itu berupa kendaraan dan barang elektronik. Jadi selain asuransi ABC memiliki saham BANK, asuransi ABC pun memiliki usaha yang diberi nama DEF leasing.
Di indonesia untuk sekarang ini belum ada asuransi yang seperti asuransi
ABC. Asuransi ABC baru ada di luar negeri. Dan yang dimaksud dengan
transnational corporation jika perusahaan asuransi ABC memiliki saham dari
beberapa BANK di negara lain.
Senin, 25 Maret 2013
Perbedaan Karangan
Nama:
Ivania Fidhanty
NPM:
13210687/ 3ea16
Tugas
(3) Softskill Bahasa Indonesia 2
A.Perbedaan Karangan Ilmiah dan Nonilmiah
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah
yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan
dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan
nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat
penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan
nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang
signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa
aspek.
1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil
penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara
fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan
pengamatan atau observasi.
2. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis.
Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu
dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses
pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
3. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan
ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik
penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para
ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
karakteristik yang membedakan antara
karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa,
struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa
yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semiilmiah bahasa
yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain,
karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada
istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan,
karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara
ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah agak longgar meskipun tetap
sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan
(preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semiilmiah.
B. Karangan Ilmiah
·
Pengertian Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya
ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian
atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan
memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat
keilmuan.
·
Contoh karangan Ilmiah
laporan,
makalah, skripsi, tesis, disertasi.
C. Karangan Nonilmiah
·
Pengartian Karangan Nonilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang
menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan
sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya
menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu
formal).
·
Contoh Karangan Nonilmiah
anekdot,
dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Analisis Kasus yang Berkaitan dengan Metode Ilmiah
Nama:
Ivania Fidhanty
NPM:
13210687/ 3ea16
Tugas
(2) Softskill Bahasa Indonesia 2
A.Metode
Ilmiah
· Pengertian Metode Ilmiah
Metode
ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk
memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan
melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan
fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan
melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis
tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
B. Contoh Kasus yang Berkaitan dengan Metode
Ilmiah
“Pengembangan
Kemampuan Berpikir Ilmiah di Perguruan Tinggi”
Metode paling ampuh yang
pernah ditemukan manusia dalam rangka mengumpulkan pengetahuan yang relevan dan
reliabel tentang alam. Metode non ilmiahlebih mengarah pada emosi dan
harapn umat manusia dan lebih mudah dipelajari dan dipraktekkan
daripada metode ilmiah. Meningkatkan pengajaran metode
ilmiah dan manifestasinya yang terkenal
yaitu berpikir kritis.Berpikir kritis dapat diajarkan melalui:
perkuliahan, laboratorium, tugas rumah, Sejumlah latihan, Makalah, dan ujian.
Realisasi berpikir rasional
tampak pada penggunaan kata, kalimat, alenea, rumus pemecahan masalah, ataupun
symbol-simbol. Prasyarat untuk mewujudkan items tersebut adalah kemampuan
individu untuk membaca, menulis, memikir dan melakukan observasi. Ilmu
pengetahuan adalah sistem berpikir tentang dunia empiris. Dengan
demikian pendidikan keilmuan adalah pendidikan berpikir rasional
tentang dunia empiris. Dari sisi taksonomi berpikir, maka pendidikan
keilmuan berarti pemecahan masalah, menciptakan sesuatu. Kegiatan tersebut bisa
dalam bentuk eksplorasi, eksperimentasi, kreativitas, ketekunan, kesabaran,
rasa ingin tahu, dan kerja sama atau kolaboratif.
Perubahan paradigma pembelajaran
di atas mempunyai implikasi yang sangat besar, karena akan menumbuhkan
kebiasaan mental untuk dapat berpikir secara produktif. Indikasi-indikasi
berpikir produktif ( Marzano dalam Kamdi, 2002) demikian antara lain: self-regulated
thinking and learning.
Akademik dan ijazah diterima oleh
seseorang sebagai tanda telah selesainya masa pendidikan tinggi formal dalam
strata tertentu. Untuk memperoleh gelar dan ijazah menurut ketentuan dalam
sistem pendidikan, seseorang harus terlebih mengikuti serangkaian kegiatan
akademik dalam bentuk perkuliahan tatap muka, menyelesaikan tugas secara
terstruktur baik secara individual maupun kelompok, melakukan kegiatan
praktikum serta menyusun-mempertahankan dalam ujian dan dinyatakan lulus ujian
skripsi (S1), tesis (S2), dan disertasi (S3).
Pengejaran gelar akademik yang
berorientasi legitimasi simbolik dengan kedok lembaga pendidikan sudah cukup
lama beroperasi. Padahal dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 secara tegas
dinyatakan bahwa mereka dapat dikenai sangsi 1 milyar dan atau penjara 10 tahun
bagi perseorangan, organisasi atau penyelenggara yang memberikan ijazah dan
gelar akademik tanpa hak (pasal 67) dan jika dilakukan suatu perguruan tinggi
dinyatakan ditutup. Sementara setiap orang yang membantu memberikan ijazah dan
gelar akademik yang tidak memenuhi persyaratan dipidana maksimal 5 tahun dan
atau denda maksimal 5 ratus juta rupiah (pasal 68:1). Sedangkan orang yang
menggunakan gelar dan ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan yang tidak
memenuhi persyaratan dipidana penjara paling lama 5 tahun dan atau pidana denda
paling banyak 5 ratus juta rupiah (pasal 68:2)
Bagaimana Penalaran digunakan dalam Proses Bahasa
Nama:
Ivania Fidhanty
Npm:
13210687/ 3EA16
Tugas (1)
softskill Bahasa Indonesia 2
A.Pengertian
Penalaran
Penalaran
adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubungkan fakta-fakta atau data
yang sistematik menuju suatu kesimpulan berupa pengetahuan. Dengan kata lain,
penalaran merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang
logis.
B. Penggunaan
bahasa Indonesia dalam proses Penalaran
Disini,
yang dimaksudkan dengan penggunaan bahasa indonesia dalam proses penalaran
adalah Penulisan Ilmiah. Proses penalaran digunakan untuk menyusun Penulisan
Ilmiah.
·
Konsep
Ilmiah
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kamisa, 1997) menjelaskan bahwa Ilmiah adalah
sesuatu yang didasarkan atas ilmu pengetahuan. Kata ilmu sendiri merupakan kata
serapan dari bahasa Arab “ilm” yang berarti memahami, mengerti atau mengetahui.
Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu
pengetahuan.
·
Persyaratan
Ilmiah
1. Obyektif
Ilmu
harus memiliki obyek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama
sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Obyeknya dapat
bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam
mengkaji obyek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu
dengan obyek, dan karenanya disebut kebenaran obyektif; bukan subyektif
berdasarkan subyek peneliti atau subyek penunjang penelitian.
2. Metodis
Metodis adalah
upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya
penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus
terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari
kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti
metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
3. Sistematis
Dalam
perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu obyek, ilmu harus
terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk
suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan
rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya. Pengetahuan yang tersusun secara
sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
4. Universal
Kebenaran
yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak
bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180ยบ. Karenanya universal
merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar
ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam
mengingat obyeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat
universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.
C. Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah
Dalam
Penyajian sebuah Konsep Ilmiah, Bahasa Indonesia mempunyai peranan penting
dengan dibakukannya Ejaan sesuai EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Dengan Ejaan
sesuai EYD ini, Bahasa Indonesia memiliki susunan struktur bahasa yang
Obyektif, Metodis, Sistematis dan Universal.
Peranan
tersebut, mencakup penggunaan Bahasa Indonesia dalam publikasi artikel maupun
tulisan – tulisan ilmiah, baik berupa karya tulis, penulisan ilmiah, maupun
skripsi dimana penerapannya harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
Beberapa
hal sederhana misalnya tentang kaidah penggunaan huruf kapital: bahwa pada
setiap awal kalimat harus diawali dengan huruf kapital, dan huruf kapital juga
dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, peristiwa
sejarah.
Kaidah-kaidah
tersebut tertuang dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan.
Dengan adanya kaidah / aturan ini, maka tulisan ilmiah yang dibuat menjadi
lebih Obyektif, Metodis, Sistematik, Terstruktur dan Universal khususnya dalam
penggunaan bahasa sesuai dengan makna konsep Ilmiah itu sendiri.
Tulisan (2) Softskill Bahasa Indonesia 2 "Puisi"
Nama:
Ivania Fidhanty
Npm:
13210687/ 3EA16
Tulisan (2)
softskill Bahasa Indonesia 2 (PUISI)
"Terpisah"
Jika cinta adalah burung
Maka kita tidak akan memiliki sayap
Jika cinta adalah langit
Kita akan berwarna biru
Jika cinta adalah paduan suara
Kau dan aku tidak pernah bisa menyanyi
Karena cinta bukan untuk aku dan kamu
Jika cinta adalah Oscar
Kau dan aku tidak pernah bisa menang
Karena
kita tidak bisa beracting diperan kita
Jika cinta adalah kitab suci
Kita akan tersesat dalam dosa
Karena cinta tidak ada di hati kita
Jika cinta adalah api
Kita telah kehilangan percikan
Cinta tidak pernah merasa begitu dingin
Jika cinta adalah cahaya
Kita akan tersesat dalam gelap
Karena kita tidak saling berpegangan
Jika cinta adalah olahraga
Kita tidak berada di tim yang sama
Kau dan aku ditakdirkan untuk kalah
Jika cinta adalah samudra
Kita hanya sungai
Karena cinta bukan untuk aku dan kamu
Tulisan (1) softskill Bahasa Indonesia 2 "Puisi"
Nama:
Ivania Fidhanty
Npm:
13210687/ 3EA16
Tulisan
softskill Bahasa Indonesia 2 (PUISI)
“MATA”
Mataku sangat lelahMereka harus tidur
Tapi mereka tidak akan
Mereka tidak
Mereka tidak akan membiarkan saya melewatkan ini
Mataku dalam cinta
Mereka menginginkan lebih dari dirinya
Mereka perlu waktu kurang dari ini
Mereka semuanya
Mereka luar biasa
Mataku kesepian dan dingin
Mereka masih muda
Dan mereka sudah tua
Mereka mencari jalan keluar
Dan sejenak untuk membiarkan kau didalam
Mereka ingin tidak ada hubungannya denganku
Dan hanya ingin melakukan denganmu
Mereka lapar
Aku memperingatkanmu
Dan aku takut
Mereka tidak akan membiarkan aku berkembang
Mereka akan membutuhkan semua yang kau miliki
Membuat semuanya begitu nyata
Dengan belajar merasakan
Apa yang tidak benar-benar terjadi
Apa yang terjadi jauh lebih
Lalu aku pernah berharap untuk
Pernah berharap untuk
Dan aku lebih suka membayangkan
Kemudian tidak hidup sama sekali
Langganan:
Postingan (Atom)