Senin, 11 November 2013

TUGAS 2 SOFTSKILL - ETIKA BISNIS


Nama: Ivania Fidhanty
NPM: 13210687 / 4EA16

1. Artikel Mengenai C.S.R

-          Pengertian CSR, Arti CSR, Maksud CSR, corporate social responsibility
Bangsa Indonesia sejak dahulu memiliki niIai-niIai kedermawanan berdasarkan agama dan tradisi. Dan, tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) kini menjadi saIah satu kegiatan kedermawanan atau fiIantropi yang berkembang di Indonesia.
Sejak tumbangnya Orde Baru, CSR dapat berkembang lebih leluasa sesuai dengan rencana perusahaan.
Namun, kegiatan CSR disinyalir masih menunjukkan gejaIa fiIantropi kapitalisme. Ini adalah sebuah bentuk kamufIase praktik kapitalisme [mutakhir) berbungkus derma. Ciri-cirinya, pihak pengeloIa CSR adalah yayasan yang dibentuk perusahaan sehingga perputaran uang yang terjadi tetap di perusahaan itu saja.
Selain itu, penerima manfaat tidak ikut menentukan pilihan program, agenda program CSR ditentukan oleh perusahaan, dan reguIasi pemerintah tentang CSR berdasarkan agenda CSR perusahaan.

CSR adalah bagian dari public reIations (PR). Sebelumnya, kegiatan PR yang bertujuan membentuk dan memelihara hubungan dengan komunitas disebut community reIations (hubungan komunitas) dan community development (pemberdayaan masyarakat).
Perkembangan paling mutakhir CSR di Indonesia adalah masuknya tanggung jawab sosial dan lingkungan daIam Pasal 7A Undang-Undang Perseroan Terbatas (PT). Dengan adanya pasal tersebut maka Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang mewajibkan CSR bagi perusahaan. Sementara, di banyak negara, kewajiban ini hanya menyangkut Iaporan dampak sosial dan lingkungan serta kinerja perusahaan daIam mengeloIa dampak tersebut.

Setelah Indonesia melakukan hal tersebut, beberapa buIan kemudian disusul oleh Inggris. Bahkan, Amerika Serikat dewasa ini se-dang mendiskusikan juga pembuatan bill yang memuat kewajiban meIaksanakan CSR bagi perusahaan.

Secara umum CSR merupakan kontribusi menyeluruh dunia usaha terhadap pembangunan berkeIanjutan dengan mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari kegiatannya. Penerapan CSR saat ini berkembang pesat di Indonesia sebagai respons dunia usaha yang melihat aspek lingkungan dan sosial sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing serta sebagai bagian dari pengeloIaan risiko menuju sustainability kegiatan usahanya.

Secara singkat, CSR mengandung makna bahwa perusahaan memiliki tugas moral untuk berlaku jujur, mematuhi hukum, menjunjung integritas, dan tidak korup. Buku ini mengupas secara mendetail berbagai aspek daIam CSR. Karena itu, buku ini perlu dibaca oleh para eksekutif, manajerCSR dan pucuk manajemen, praktisi, akademisi, mahasiswa, serta peminat CSR.


2. Praktek CSR Dalam Suatu Perusahaan
Dalam prakteknya, tidak semua yang dianggap positif oleh sebuah perusahaan bisa dengan serta merta diadopsi oleh perusahaan lain, termasuk pula dalam hal keberhasilan pengelolaan CSR ini. Pengalaman sukses yang dianggap menguntungkan sebuah perusahaan harus benar-benar dicermati secara empiris, benarkah bisa juga berlaku universal. Karena lewat sejumlah peristiwa yang ada, ternyata bukti-bukti empiris yang ada menunjukan bahwa kesuksesan pengelolaan CSR juga ternyata ada pada kondisi-kondisi tertentu saja. Begitu ia di copy paste dalam kondisi yang berbeda, ternyata hasilnya pun bisa berbeda.

CSR yang dilakukan perusahaan dalam kenyataannya merupakan wujud berbagi kepedulian. Namun dalam implementasinya, sebuah perusahaan perlu dengan cermat memastikan bagaimana pola dan metode yang akan dilakukannya bisa sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Terutama dalam konteks ini bila menyangkut hal yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Sukses tidaknya pengelolaan CSR juga tergantung pada bagaimana komunikasi dan pendekatan pihak perusahaan dengan masyarakat penerima manfaat CSR.

Ada baiknya memang, perusahaan yang ingin mengimplementasikan CSR mereka bisa mengajak pihak lain untuk melakukan agenda ini. Pihak lain ini setidaknya merupakan para professional dalam hal implementasi program CSR yang biasanya selama ini mereka berorientasi non profit. Mereka dalam kenyataannya bisa saja NGO atau LSM yang memiliki legalitas yang jelas dan berpengalaman menangani CSR. Fortopolio mereka juga harus dilihat, bagaimana kiprahnya selama ini dan dengan siapa saja mereka telah bekerja.

Dengan menggandeng pihak profesional, perusahaan bisa fokus pada pengawasan program serta evaluasinya. Dengan fokus pada evaluasi yang ada, perusahaan bisa dengan cepat mengambil keputusan, apakah dinilai berhasil atau gagal. Dengan demikian para pengambil kebijakan akan dengan mudah dan cepat pula mengambil kebijakan programnya akan diperbesar skalanya atau malah dihentikan sama sekali.

sumber:

TUGAS 1 SOFTSKILL - ETIKA BISNIS


Nama: Ivania Fidhanty
NPM: 13210687 / 4EA16

1. Pengertian, Indikator dan Prinsip Etika Bisnis

I. PENGERTIAN ETIKA BISNIS
Etika Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

II. INDIKATOR ETIKA BISNIS
Dari berbagai pandangan tentang etika bisnis, beberapa indikator yang dapat dipakai untuk menyatakan apakah seseorang dan suatu perusahaan telah melaksanakan etika bisnis dalam kegiatan usahanya antara lain adalah: Indikator ekonomi; indikator peraturan khusus yang berlaku; indikator hukum; indikator ajaran agama; indikator budaya dan indikator etik dari masing-masing pelaku bisnis.
1. Indikator Etika bisnis menurut ekonomi adalah apabila perusahaan atau pebisnis telah melakukan pengelolaan sumber daya bisnis dan sumber daya alam secara efisien tanpa merugikan masyarakat lain.
2. Indikator etika bisnis menurut peraturan khusus yang berlaku. Berdasarkan  indikator ini  seseorang pelaku bisnis dikatakan  beretika dalam bisnisnya apabila masing-masing pelaku bisnis mematuhi aturan-aturan khusus yang telah disepakati sebelumnya.
3. Indikator etika bisnis menurut hukum. Berdasarkan indikator hokum seseorang atau suatu perusahaan dikatakan telah melaksanakan etika bisnis  apabila  seseorang pelaku  bisnis  atau  suatu perusahaan telah mematuhi   segala   norma  hukum   yang   berlaku   dalam   menjalankan kegiatan bisnisnya.
4. Indikator  etika   berdasarkan   ajaran   agama.   Pelaku  bisnis   dianggap beretika  bilamana  dalam  pelaksanaan  bisnisnya  senantiasa  merujuk kepada nilai- nilai ajaran agama yang dianutnya.
5. Indikator etika berdasarkan nilai budaya.  Setiap pelaku  bisnis baik secara individu maupun kelembagaan telah menyelenggarakan bisnisnya dengan mengakomodasi nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang ada disekitar operasi suatu perusahaan, daerah dan suatu bangsa.
6.   Indikator etika bisnis menurut masing-masing individu adalah apabila masing-masing pelaku bisnis bertindak jujur dan tidak mengorbankan integritas pribadinya.


III. PRINSIP ETIKA DALAM BERBISNIS
Secara umum, prinsip-prinsip yang dipakai dalam bisnis tidak akan pernah lepas dari kehidupan keseharian kita. Namun prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis sesungguhnya adalah implementasi dari prinsip etika pada umumnya.
1.    Prinsip Otonomi
Orang bisnis yang otonom sadar sepenuhnya akan apa yang menjadi kewajibannya dalam dunia bisnis. la akan sadar dengan tidak begitu saja mengikuti saja norma dan nilai moral yang ada, namun juga melakukan sesuatu karena tahu dan sadar bahwa hal itu baik, karena semuanya sudah dipikirkan dan dipertimbangkan secara masak-masak. Dalam kaitan ini salah satu contohnya perusahaan memiliki kewajiban terhadap para pelanggan, diantaranya adalah:
(1)     Memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang terbaik dan sesuai dengan tuntutan mereka;
(2)     Memperlakukan pelanggan secara adil dalam semua transaksi, termasuk pelayanan yang tinggi dan memperbaiki ketidakpuasan mereka;
(3)     Membuat setiap usaha menjamin mengenai kesehatan dan keselamatan pelanggan, demikian juga kualitas Iingkungan mereka, akan dijaga kelangsungannyadan ditingkatkan terhadap produk  dan  jasa perusahaan;
(4)     Perusahaan harus menghormati martabat manusia dalam menawarkan, memasarkan dan mengiklankan produk.

Untuk bertindak otonom, diandaikan ada kebebasan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keputusan yang menurutnya terbaik. karena kebebasan adalah unsur hakiki dari prinsip otonomi ini. Dalam etika, kebebasan adalah prasyarat utama untuk bertindak secara etis, walaupun kebebasan belum menjamin bahwa seseorang bertindak secara otonom dan etis. Unsur lainnya dari prinsip otonomi adalah tanggungjawab, karena selain sadar akan kewajibannya dan bebas dalam mengambil keputusan dan tindakan berdasarkan apa yang dianggap baik, otonom juga harus bisa mempertanggungjawabkan keputusan dan tindakannya (di sinilah dimung-kinkan adanya pertimbangan moral). Kesediaan bertanggungjawab merupakan ciri khas dari makhluk bermoral, dan tanggungjawab disini adalah tanggung jawab pada diri kita sendiri dan juga tentunya pada stakeholder

2.    Prinsip Kejujuran
Bisnis tidak akan bertahan lama jika tidak ada kejujuran, karena kejujuran merupakan modal utama untuk memperoleh kepercayaan dari mitra bisnis-nya, baik berupa kepercayaan komersial, material, maupun moril. Kejujuran menuntut adanya keterbukaan dan kebenaran. Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang berkaitan dengan kejujuran:
1.      Kejujuran relevan dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Pelaku bisnis disini secara a priori saling percaya satu sama lain, bahwa masing-masing pihak jujur melaksanakan janjinya. Karena jika salah satu pihak melanggar, maka tidak mungkin lagi pihak yang dicuranginya mau bekerjasama lagi, dan pihak pengusaha lainnya akan tahu dan tentunya malas berbisnis dengan pihak yang bertindak curang tersebut.
2.      Kejujuran relevan dengan penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga yang baik. Kepercayaan konsumen adalah prinsip pokok dalam berbisnis. Karena jika ada konsumen yang merasa tertipu, tentunya hal tersebut akan rnenyebar yang menyebabkan konsumen tersebut beralih ke produk lain.
3.      Kejujuran relevan dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan yaitu   antara   pemberi    kerja   dan   pekerja, dan berkait dengan kepercayaan. Perusahaan akan hancur jika kejujuran karyawan ataupun atasannya tidak terjaga.

3.    Prinsip Keadilan
Prinsip ini menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Keadilan berarti tidak ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya. Salah satu teori mengenai keadilan yang dikemukakan oleh Aristoteles adalah:
1.      Keadilan legal. Ini menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat  dengan negara. Semua  pihak dijamin untuk mendapat perlakuan yangsama sesuai dengan hukum yang berlaku. Secara khusus dalam bidang bisnis, keadilan legal menuntut agar  Negara bersikap netral dalam memperlakukan semua pelaku ekonomi, negara menjamin kegiatan bisnis yang sehat dan baik dengan mengeluarkan aturan dan hukum bisnis yang berlaku secara sama bagi semua pelaku bisnis.
2.      Keadilan komunitatif. Keadilan ini mengatur hubungan yang adil antara orang yang satu dan yang lain. Keadilan ini menyangkut hubungan vertikal antara negara dan warga negara, dan hubungan horizontal antar warga negara. Dalam bisnis keadilan ini berlaku sebagai kejadian tukar, yaitu menyangkut pertukaran yang fair antara pihak-pihak yang terlibat.
3.      Keadilan distributif. Atau disebut juga keadilan ekonomi, yaitu distribusi ekonomi yang merata atau dianggap adil bagi semua warga negara. Dalam dunia bisnis keadilan ini   berkaitan dengan prinsip perlakuan yang sama sesuai dengan aturan dan ketentuan   dalam perusahaan yang juga adil dan baik.

4.    Prinsip Saling Menguntungkan
Prinsip ini menuntut agar semua pihak berusaha untuk saling mengun­tungkan satu sama lain. Dalam dunia bisnis, prinsip ini menuntut persaingan bisnis haruslah bisa melahirkan suatu win-win situation.

5.    Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini menyarankan dalam berbisnis selayaknya dijalankan dengan tetap menjaga nama baiknya dan nama baik perusahaan.
Dari kelima prinsip yang tentulah dipaparkan di atas, menurut Adam Smith, prinsip keadilanlah yang merupakan prinsip yang paling penting dalam berbisnis. Prinsip ini menjadi dasardan jiwa dari semua aturan bisnis, walaupun prinsip lainnya juga tidak akan terabaikan. Karena menurut Adam Smith, dalam prinsip keadilan khususnya keadilan komutatif berupa no harm, bahwa sampai tingkat tertentu, prinsip ini telah mengandung semua prinsip etika bisnis lainnya. Karena orang yang jujur tidak akan merugikan orang lain, orang yang mau saling menguntungkan dengan pibak Iain, dan bertanggungjawab untuk tidak merugikan orang lain tanpa alasan yang diterima dan masuk akal.

2. Contoh Perusahaan Yang Sudah Menerapkan Etika Dalam Berbisnis
PT Astra Internasional Tbk (AI) merupakan salah satu perusahaan publik yang telah menerapkan tata kelola perusahaan. Astra Internasional berhasil bertahan setelah menerapkan tata kelola perusahaan sejak tahun 1987 (21 tahun). Dengan pengalamannya selama kurang lebih 50 tahun dan penerapan etika bisnis perusahaan selama 21 tahun, maka menjadi pertimbangan yang menarik untuk lebih meneliti AI dilihat dari etika bisnis yang telah diterapkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan gambaran mengenai penerapan etika bisnis yang telah diterapkan perusahaan agar kasus Enron maupun Lehman Brother tidak terjadi di PT Astra Internasional, Tbk.


Sumber :                                                                         
Ernawan, Erni. 2011. Business Ethics. Penerbit: Alfabeta. Bandung

Minggu, 02 Juni 2013

RESENSI

Nama    : Ivania Fidhanty
NPM     : 13210687 / 3EA16
Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2

PENGERTIAN RESENSI:
Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.

Langkah – Langkah Membuat Resensi:
1. Melakukan penjajakan atau pengenalan buku yang diresensi, meliputi:
·         Tema buku yang diresensi, serta deskripsi buku.
·         Siapa penerbit yang menerbitkan buku itu, kapan dan di mana diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format hingga harga.
·         Siapa pengarangnya: nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan presentasi buku atau karya apa saja yang ditulis sampai alasan mengapa ia menulis buku itu.
·         Penggolongan / bidang kajian buku itu: ekonomi, teknik, politik, pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, sastra, atau lainnya.
2. Membaca buku yang akan diresensi secara menyeluruh, cermat, dan teliti. Peta permasalahan dalam buku itu perlu dipahami dengan tepat dan akurat.
3. Menandai bagian-bagian buku yang memerlukan perhatian khusus dan menentukan bagian-bagian yang akan dikutip sebagai data acuan.
4. Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.
5. Menentukan sikap atau penilaian terhadap hal-hal berikut ini:
·         Organisasi atau kerangka penulisan; bagaimana hubungan antar bagian satu dengan lainnya, bagaimana sistematika, dan dinamikanya.
·         Isi pernyataan; bagaimana bobot idenya, seberapa kuat analisanya, bagaimana kelengkapan penyajian datanya, dan bagaimana kreativitas pemikirannya.
·         Bahasa; bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan, bagaimana penggunaan kalimat dan ketepatan pilihan kata di dalamnya, terutama untuk buku-buku ilmiah.
·         Aspek teknis; bagaimana tata letak, bagaimana tata wajah, bagaimana kerapian dan kebersihan, dan kualitas cetakannya (apakah ada banyak salah cetak).
·         Sebelum melakukan penilaian, alangkah baiknya jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar (outline) dari resensi itu. Outline ini akan sangat membantu kita ketika menulis.
6. Mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar- dasar dan kriteria-kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya.

Contoh Resensi Novel:
Judul Buku: Perahu Kertas
Penulis: Dee (Dewi Lestari)
Penerbit: Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati
Tahun Terbit: 2012, Juli; cetakan ke-15
Jumlah Halaman: 444 halaman
Harga: Rp69.000,-

Tak satu pun di antara kita bisa mengatur apa yang akan terjadi nanti, hari ini, atau besok. Termasuk pertemuan kecil antara Kugy dan Keenan. Dua manusia beda karakter itu tak menyadari, banyak hal-hal ajaib menanti setelah pertemuan tersebut.

Diceritakan, Kugy adalah gadis mungil yang hobi berkhayal. Dia sangat suka menuliskan dongeng ciptaannya yang bagi orang lain merupakan hobi tak lazim. Belum lagi kegemarannya menulis surat kepada Dewa Neptunus. Surat tersebut dilipat menjadi perahu kertas dan dihanyutkan di sungai atau laut. Kugy menganggap dirinya seorang agen Neptunus.

Sedangkan Keenan digambarkan sebagai sosok yang cerdas. Kesukaannya di bidang melukis tidak mendapat restu dari ayahnya. Dia justru diarahkan ke bidang bisnis untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Berdua, Kugy dan Keenan menjalin persahabatan. Mereka berbagi mimpi dan saling mendukung. Acara nonton bareng atau makan sepulang kuliah jadi rutinitas wajib bersama dua sahabat mereka, Noni dan Eko. Perasaan berbeda mulai muncul di antara Keenan dan Kugy. Namun, mereka berdua memilih menyimpan perasaan tersebut. Apalagi, saat itu Kugy sudah punya pacar.

Konflik mulai muncul di sini. Karena kesalahpahaman, persahabatan Noni dengan Kugy nyaris dikorbankan. Selain itu, ada saja hal-hal yang menghalangi perasaan Keenan dan Kugy. Keduanya harus terpisah beberapa waktu.

Ikuti Jejak si Agen Neptunus Meraih Kebahagiaan
Yakin dengan Kata Hati

Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.

Bait tersebut adalah potongan puisi Kugy untuk Keenan di salah satu bagian Perahu Kertas. Rasanya, memang tidak ada yang salah dengan usaha menggapai mimpi. Para bookaholic sepakat bahwa hidup berasal dari mimpi.

Wildan Bagus Aditya, Merlin Dwi Yunaniar, Anisah Fathinah, Gadhis Richi Andita, dan Yanuar Satria Putra kagum dengan jalan yang berani diambil Kugy serta Keenan untuk mempertahankan impian mereka.

Cerita yang dimulai dengan pertemuan Kugy dan Keenan tersebut membuat para bookaholic ikut tersenyum dalam diskusi sore itu. “Salut sama Kugy. Sebagai cewek, dia sama sekali nggak jaim. Bener-bener tipikal cewek yang unik. Berantakan, tapi cantik,” ujar Adit, sapaan akrab Aditya, membuka percakapan.

Ucapan Adit tersebut langsung mendapat respons dari Merlin Dwi Yunaniar atau yang akrab disapa Merlin. “Menurut aku, Kugy sama Keenan sama-sama unik. Bayangin aja, kok bisa gitu ya. Keenan klop sama Kugy yang ngaku-ngaku bahwa dia adalah agen Neptunus. Hehehe,” ujar Merlin sembari membayangkan wujud tokoh Keenan dalam dunia nyata.

Jalan cerita novel ini, menurut Gadis (panggilan Richi Gadis Andita) selalu menarik. Setelah membaca, rasanya enggan untuk meletakkan Perahu Kertas. Pengin langsung dibaca sampai habis. “Komplet soalnya. Kami bisa tertawa ngikutin kekocakan si Kugy. Kami bisa ikut terharu waktu Kugy dan Keenan harus merelakan impian mereka. Rasanya pasti sedih banget, tuh,” kata Gadis.

Anisah mengungkapkan, perasaan sebel juga ikut muncul gara-gara ulah Wanda yang sengaja membohongi Keenan demi bisa bersama Keenan. Wanda terkesan menghalalkan segala cara. “Aduh, jangan sampai jadi orang kayak Wanda,” tukas Anisah sebal. Teman-teman yang lain juga setuju dengan Anisah. “Tapi, kadang-kadang kan, kalau sudah masalah perasaan, logika bisa terabaikan,” ujar Anisah.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil bookaholic dari Perahu Kertas. Semangat, perjuangan, dan kerja keras adalah hal yang tak terlewatkan. Lembar demi lembar novel ini membuat bookaholic terhanyut dengan kisah cinta Kugy dan Keenan.

“Sayang, ending-nya kok kurang nendang ya? Gampang ketebak gimana akhir ceritanya,” ujar Yanuar. “Aku kira, bakal ada sesuatu yang beda atau kejutan,” lanjutnya.

Adit sepakat dengan Yanuar. Menurut dia, dia sudah bisa menebak kisah Kugy dan Keenan bakal berakhir happy ending. “Nggak apa-apa happy ending, tapi jalan yang mereka lalui kan nggak gampang. Prosesnya itu lho yang bisa mengocok emosi kita,” ucap Adit.

Merlin, Gadis, dan Anisah mengangguk penuh semangat. “Itu namanya jodoh nggak lari kemana. Kayak salah satu quote-nya, jalan kita berputar, tapi suatu hari kita jadi diri sendiri. Tergapai deh semua cita-cita mereka,” papar Merlin.

Setelah membaca Perahu Kertas, bookaholic jadi terinspirasi. Mereka bertekad kuat meraih impian masing-masing. “Intinya, nggak boleh menyerah,” seru mereka.

Sumber:

Sabtu, 04 Mei 2013

PROPOSAL ILMIAH


PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang Masalah
Dewasa ini membuat persaingan dalam bisnis dibidang apapun menjadi lebih variatif di era perkembangan teknologi yang semakin pesat. Banyak metode bisnis yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk menarik konsumen sebanyak – banyaknya. Mulai dari memberikan bonus, memasang iklan, membagikan brosur dan penjualan produk lewat media elektronik seperti internet.
Persaingan bisnis yang semakin sengit ini membuat perusahaan besar maupun kecil saling bersaing, meningkatkan mutu, dan teknik penjualannya. Memasuki era globalisasi ini banyak perusahaan yang menggunakan jasa penjualan online untuk memasarkan produknya sekaligus memberikan kemudahan kepada konsumennya dalam memilih dan memesan produk yang mereka inginkan.
Dengan menggunakan fasilitas online ini, perusahaan berharap konsumen dapat lebih mudah memilih dan memesan produk mana yang mereka inginkan. Penjelasan mengenai produk – produk yang di jual menjadi lebih detail sehingga konsumen benar – benar yakin akan apa yag diinginkannya. Selain itu, konsumen dapat melakukan pembelian dengan mudah yakni tanpa beranjak dari tempatnya dan langsung dapat  mengakses melalui web tersebut.
Penjualan lewat media internet merupakan salah satu strategi perusahaan dalam melayani konsumennya. Diharapkan dengan disediakannya fasilitas ini, jangkauan penjualan dari perusahaan itu sendiri menjadi lebih luas dan konsumen memperoleh informasi lebih lengkap sebelum memutuskan untuk memesan suatu produk barang.
Dengan berkembangnya penjualan online, hampir setiap toko memiliki toko online yang menyebabkan timbulnya persaingan diantara produsen semakin tinggi. Untuk itu perusahaan harus semakin gencar menarik minat dan perhatian konsumen agar mau membeli produknya. Tidak heran berbagai strategi pemasaran digunakan untuk memperoleh hasil yang memuaskan.
Oleh karena itu untuk mencapai target penjualan tertentu digunakan berbagai bentuk usaha untuk menarik minat beli konsumen. Diantara penggunaan kegiatan pemasaran yang mempunyai peran penting yang diharapkan untuk kelangsungan hidup perusahaan agar dapat dipertahankan.
Mengingat pentingnya perkembangan tekhnologi dan pentingnya peran pemasaran dalam sistem penjualan secara online, maka penulis tertarik untuk membuat penelitian ilmiah ini dengan judul “STRATEGI PEMASARAN TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA TOKO ONLINE ANTILOOPS STREETWEAR”

1.2.            Rumusan Masalah
Berdasarkan  latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah adalah sebagai berikut :
1).
Bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan oleh Toko Online Antiloops Streetwear ?
2).
Bagaimana strategi pemasaran yang tepat dilakukan Toko Online Antiloops Streetwear dalam meningkatkan penjualan ?

1.3.            Batasan Masalah
Berdasarkan  rumusan masalah di atas, maka dalam penulisan ilmiah ini penulis membatasi ruang lingkup pembahasan hanya pada strategi pemasaran yang dilakukan oleh Toko Online Antiloops Streetwear dalam meningkatkan penjualan menggunakan data perusahaan periode 2010 – 2012 serta dengan menggunakan analisis SWOT.
1.4.            Tujuan Penulisan
1)      Untuk mengetahui strategi pemasaran yang dilakukan oleh Toko Online Antiloops Streetwear.
2)      Untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat dilakukan Toko Online Antiloops Streetwear dalam meningkatkan penjualan.

1.5.            Manfaat Penelitian
1.5.1.      Manfaat Akademis
-         Memperluas wawasan dan kemampuan dalam menyusun penelitian ilmiah, sehingga mampu menyelesaikan masalah-masalah di bidang manajemen.
-         Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi pembaca pada umumnya dan bagi peneliti lain yang akan  melakukan penelitian lebih lanjut.
1.5.2.      Manfaat Praktis
-         Sebagai bahan atau sumbangan pikiran dalam pengambilan keputusan bagi perusahaan, sehingga manajemen mampu menerapkan strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai tujuan perusahaan. 

1.6.            Metode Penelitian
1.6.1        Objek Penelitian
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis melakukan penelitian di work-shop Toko online Antiloops Streetwear yang berlokasi di Jalan Jatimakmur raya no. 163A Pondok Gede, Bekasi.

1.6.2        Data / Variabel
Data yang digunakan penulis adalah data sekunder, yang berupa data kuantitatif yaitu data penjualan tahun 2011-2012 dengan menggunakan analisis SWOT yaitu (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) yang merupakan kekuatan,  kelemahan, peluang, dan ancaman dari organisasi yang semuanya merupakan faktor – faktor strategis.

1.6.3        Metode Pengumpulan Data
Dalam rangka pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan penelitian, maka penulis melakukan beberapa penelitian, yaitu :

a.   Kepustakaan ( Library Research )
Dengan metode ini penulis menggunakan dan memanfaatkan buku-buku bacaan sebagai literatur untuk menambah wawasan dalam penulisan.

b.   Studi Lapangan ( Field Research )
Didalam memperoleh data primer yang diperlukan untuk menyusun penulisan ilmiah, penulis melakukan penelitian langsung lapangan dengan menggunakan dua metode, yaitu  :

1.   Observasi, yaitu teknik pengumpulan data  melakukan pengamatan visual secara langsung atas dukumen dan laporan yang telah dibuat oleh instansi yang diteliti sebagai sumber informasi dari masalah yang diteliti.

2.      Wawancara ( interview )  yaitu untuk memperoleh informasi dengan cara wawancara atau tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak yang bersangkutan untuk memperoleh data yang lebih akurat.

1.6.4        Alat analisis yang digunakan
               Alat analisis yang digunakan oleh penulis dalam  mengolah data yang sudah terkumpul, menggunakan analisis SWOT.

Inikah Desain Jam Tangan Pintar Google?


Jakarta - Sempat memudar, rumor mengenai jam tangan pintar kembali muncul. Kali ini isunya mengungkap soal desain Google Watch.

Meski masih tampil dalam bentuk hasil render, desain jam tangan pintar tersebut memiliki kemiripan dengan desain jam tangan pintar yang pernah Google daftarkan patennya.

Dalam definisinya, paten tersebut menjelaskan mengenai wireless transceiver, display, hingga prosesor. Tidak cuma itu, dua buah touchpad yang terletak pada bagian samping kiri dan kanan jam tangan pintar juga masuk dalam definisi paten tersebut.

Dikutip detikINET dari Vr-zone, Jumat (3/5/2013), kedua touchpad tersebut dapat difungsikan untuk memilih aplikasi hingga melakukan zoom sebuah halaman situs. Meski begitu, penggunanya juga dapat menggunakan layar touchscreen untuk mengoperasikan jam tangan pintar tersebut.

Nah, hasil render desain jam tangan pintar tersebut menunjukkan fungsi yang terdefinisi pada paten yang Google daftarkan.




Video teaser yang memperlihatkan hasil render desain jam tangan pintar Google tersebut pun dibuat ciamik seakan-akan memang seperti itulah desain yang bakal diusung oleh jam tangan pintar Google kelak.

Penasaran seperti apa hasil render desain jam tangan pintar Google.
sumber :


Adobe Rilis Bocoran Aplikasi Foto untuk iPad


San Francisco - Adobe memberikan bocoran mengenai aplikasi foto Lightroom yang berjalan di atas komputer tablet. Tom Hogarty, Group Product Manager Adobe for Lightroom telah mendemonstrasikan versi purwarupa dari aplikasi tersebut.

Dalam demo sekilasnya di sebuah online show bernama the Grid, kita diajak untuk melihat fitur-fitur yang dimiliki Lightroom versi tablet. Memakai iPad 2, Hogarty menunjukkan bagaimana ia mengedit foto mentah yang ia ambil dengan Canon 5D Mark III.



Pengeditan di aplikasi ini akan disinkronisasikan dengan cloud computing. Artinya, perubahan di foto yang diedit lewat tablet bisa diboyong ke file aslinya yang ada di PC.

Fitur lainnya adalah kemampuan zoom hingga 100%. Dalam demo tersebut juga bisa dilihat kontrol yang ada yakni exposure, contrast, highlight, shadow, vibrance, clarity, temperature, tint, sharpen, hingga white balance.

Namun Hogarty tidak memberikan informasi kapan aplikasi tersebut akan dirilis.
sumber :
http://inet.detik.com/read/2013/05/04/114858/2237935/1277/adobe-rilis-bocoran-aplikasi-foto-untuk-ipad?i991102105